Vlog: Canggihnya Kecerdasan Buatan Mendeteksi Mobil Hingga Senjata

Posted on

Kamera mengidentifikasi sebuah benda berbahaya atau tak berdasarkan bentuknya. Jika kamera mengidentifikasi bentuk senjata, maka sistem mulai memberikan peringatan secara real time.

Dalam layar pemantau (command system), objek tak berbahaya mulai ditandai dengan kotak bergaris biru. Sementara objek berbahaya mulai ditandai dengan kotak bergaris merah. Sayangnya, Long Distance Face Recognition dan Dangerous Object Identification ini masih dalam tahap penyempurnaan. Oleh sebab itu, Huawei belum memasarkannya.

3. Crowd Density Analysis

Secara sederhana, platform ini mendeteksi serta mengidentifikasi kerumunan orang di suatu tempat. Kamera berspesifikasi tinggi bisa menganalisis tempat mana yg dikerumuni banyak orang dan tempat mana yg tidak.

Dalam monitor pemantau, area yg dikerumuni banyak orang mulai membentuk garis kuning. Nah, seandainya kerumunan itu berada dalam waktu yg lama, maka mulai ada garis biru menempel di garis kuning tersebut.

Crowd Density Analysis diketahui telah dipakai oleh pemerintah Kota Shanghai sejak 2015 dan diaplikasikan di Bund, salah sesuatu landmark Kota Shanghai yg berada di tepi Sungai Huangpu. Teknologi ini juga bisa mendeteksi kendaraan yg melawan arah. Sistem alarm mulai berbunyi saat mendeteksi peristiwa itu.

4. Vehicle Recognition

Platform ini khusus digunakan bagi mendeteksi nomor pelat mobil. Kamera pemantau terlebih dahulu harus dipasang di semua penjuru kota.

Jika command system mendapatkan permintaan bagi mencari pelat nomor mobil tertentu, operator tinggal memasukan pelat nomor itu ke dalam sistem dan membiarkan sistem mencarinya melalui kamera pemantau di penjuru kota.

Platform ini juga telah dipasarkan ke dua kota di China.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/09/11/19160037/vlog–canggihnya-kecerdasan-buatan-mendeteksi-mobil-hingga-senjata

title