Saat Sahur 9 Ramadhan 1364 H Jadi Momentum Penyusunan Teks Proklamasi..

Posted on

– Berita kekalahan Jepang dari pasukan Sekutu menjadi angin segar untuk Indonesia. Golongan muda yg bersifat agresif-progresif langsung bergerak dengan “menculik” Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok bagi langsung mengumumkan kemerdekaan Indonesia.

Mereka tidak mau kalau terlalu lama menunggu malah menjadi permasalahan yg panjang. Dengan membacakan proklamasi kemerdekaan, maka posisi Indonesia mulai lebih kuat di mata dunia.

Setelah peristiwa ini, Soekarno dan Hatta harus segara menyiapkan seluruh satu terkait proklamasi. Mereka harus menyiapkan rumusan teks bagi menandai kemerdekaan Indonesia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Ketika itu, 16 Agustus 1945, bertepatan dengan 8 Ramadhan 1364 Hijriah atau dalam suasana bulan suci penuh berkah.

Segera dari Rengasdengklok, Achmad Soebardjo membawa kedua pemimpin negara itu menuju rumah Laksamana Maeda. Di sinilah mulai dirumuskan naskah proklamasi kemerdekaan.

Dalam buku Kilas Balik Revolusi karya Abu Bakar Loebis disebutkan jatuhnya pilihan pada rumah Laksamana Maeda karena rumah tersebut milik hak imunitas terhadap Angkatan Darat Jepang, sehingga kedua pemimpin itu tetap aman.

Di ruang makan Laksamana Maeda dirumuskan naskah proklamasi kemerdekaan yg yaitu pemikiran tiga tokoh, merupakan Soekarno, M Hatta, dan Achmad Soebardjo.