Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

Polisi Klaim Ujaran Kebencian Turun 30 Persen Usai Saracen Ditangkap

/
/
/
10 Views

category

JAKARTA, – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, sejak pengurus kelompok Saracen ditangkap, polisi lebih intens melakukan patroli siber.

Ada sejumlah penangkapan terkait pelanggaran ujaran kebencian berlandaskan suku, agama, ras, dan antargolongan setelah perkara itu terungkap. Beberapa di antaranya ternyata anggota Saracen.

Menurut Martinus, terungkapnya kelompok tersebut membuat intensitas ujaran kebencian di media sosial menurun.

“Sebanyak 20-30 persen ujaran kebencian menurun. Beberapa hasil patroli siber melihat cukup, tak secara signifikan (menurun),” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

(Baca juga: Kapolri Sebut Saracen Sudah Eksis Sejak Pilpres 2014)

Martinus mengatakan, penyidik menghimpun data siapa saja orang yg kerap di-bully atau yg banyak dibenci di media sosial. Menurut dia, pihak yg kerap dijadikan objek ujaran kebencian juga mengaku serangan pada dirinya berkurang.

Masyarakat juga banyak yg memberi masukan kepada polisi bahwa ketika ini konten ujaran kebencian, meskipun masih ada, namun telah berkurang.

“Kami sadari dari penangkapan anggota Saracen, dia yg selama ini produksi, menyebarkan, telah jauh berkurang,” kata Martinus.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, penurunan angka penyebaran ujaran kebencian di media sosial tidak lantas membuat polisi lengah. Jumlah turunnya juga tak signifikan.

Setelah tertangkapnya Asma Dewi, ibu rumah tangga yg mengunggah konten ujaran kebencian dan mentransfer Rp 75 juta ke Saracen, ditangkap lagi mahasiswa berinisial DI yg menghina ibu negara, Iriana Joko Widodo.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

(Baca juga: Siapa Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yg Transfer Rp 75 Juta ke Saracen?)

Setyo menyayangkan ada warga yg belum kapok dengan banyaknya penindakan polisi selama ini dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Saya menyayangkan masih adanya akun akun yamg menayangkan atau meng-upload ujaran kebencian baik kepada orang perorang maupun kelompok yg bersifat SARA atau tak layak ditampilkan,” kata Setyo.

Setyo meminta partisipasi masyarakat buat turut andil dalam mengurangi angka ujaran kebencian di dunia maya.

Masyarakat mampu melapor ke polisi seandainya menemukan konten yg terindikasi melanggar UU ITE tersebut. Sebab, lingkup dunia maya terlalu luas seandainya cuma mengandalkan cyber troops dari Polri.

Di samping itu, Setyo meminta masyarakat menahan diri bagi tak mengunggah konten bernada negatif.

“Apalagi kami bangsa Timur, dikenal sopan santun, adat istiadat yg luhur. Kita harap ada perubahan, tak lagi menayangkan ujaran kebencian,” kata Setyo.

TV Benarkah ada sejumlah tokoh dan purnawirawan turut terlibat?

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/09/13/06494671/polisi-klaim-ujaran-kebencian-turun-30-persen-usai-saracen-ditangkap

title

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text