Perubahan “Wajah” Monas Era Pemerintahan Anies-Sandi…

Posted on
Pagar taman atau pagar pembatas rumput di kawasan Monas, Jakarta Pusat, sudah dicopot. Warga pun tampak duduk di atas rumput. Namun, tanda peringatan Jangan Injak Aku yg dipasang di area rumput masih terpasang. Foto diambil Kamis (11/12/2018)./NURSITA SARI Pagar taman atau pagar pembatas rumput di kawasan Monas, Jakarta Pusat, sudah dicopot. Warga pun tampak duduk di atas rumput. Namun, tanda peringatan Jangan Injak Aku yg dipasang di area rumput masih terpasang. Foto diambil Kamis (11/12/2018).

Dibuka hari Senin seandainya libur nasional

Kawasan Monas biasanya ditutup bagi umum setiap hari Senin. Pengelola kawasan Monas melakukan perawatan kawasan Monas pada waktu tersebut.

Namun, Anies membuat kebijakan baru pada libur Natal 2017. Apabila hari libur nasional bertepatan dengan hari Senin, Anies menginstruksikan Monas tetap dibuka bagi umum.

“Monas biasanya libur Senin. Pagi ini diinstruksikan buka. Begitu juga besok. Mulai sekarang, seandainya Senin adalah hari libur nasional maka Monas tetap buka. Monas tutup di hari Senin di luar hari libur nasional,” tulis Anies melalui akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Senin (25/12/2017).

Baca juga: Anies Instruksikan Monas Dibuka Hari Senin Jika Libur Nasional 

Kembali beroperasinya delman hias

Perubahan lainnya yg dikerjakan Anies-Sandiaga yakni memperbolehkan delman berhiaskan kembang kelapa khas Betawi kembali beroperasi di luar kawasan Monas setiap akhir minggu dan hari libur, akan Desember 2017.

Delman-delman itu belum boleh beroperasi di dalam kawasan Monas.

Delman hias itu dilarang beroperasi di kawasan Monas sejak era Ahok karena ditemukan penyakit yg mampu membahayakan warga.

Sandiaga menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menguji mencoba diperbolehkannya kembali delman beroperasi di sekitar Monas, mengingat musim liburan yg sudah tiba. Sandiaga menyebutkan, delman hias itu menjadi bagian dari daya tarik wisata Monas.

“Karena menuju liburan ya, liburan banyak yg tiba ke Monas, pengunjungnya banyak. Jadi, ini (delman) jadi salah sesuatu daya tariknya,” ujar Sandiaga, Rabu (27/12/2017) malam.

Kebijakan ini mendapatkan kritik dari pelopor Jakarta Aid Animal Network (JAAN) Femke den Haas. Femke menilai DKI Jakarta yaitu kota yg tidak layak bagi delman atau andong. Kehidupan kuda pasti mulai terancam seandainya delman dipaksakan beroperasi di kawasan Monas.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga berjanji mulai memperhatikan kesehatan kuda-kuda penarik kereta delman itu.

Baca juga: Kebahagiaan Kusir Delman yg Kembali Beroperasi di Sekitar Monas…

Delman hias diparkir di pinggir jalan Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (26/12/2017)./NURSITA SARI Delman hias diparkir di pinggir jalan Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (26/12/2017).
TV Setelah direvisi peraturan gubernur, kawasan Monas Minggu (26/11) bisa digunakan kembali bagi acara keagamaan.

 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/13/07533591/perubahan-wajah-monas-era-pemerintahan-anies-sandi