Perubahan “Wajah” Monas Era Pemerintahan Anies-Sandi…

Posted on

JAKARTA, – Tiga bulan memimpin Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengubah dua kebijakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Catatan , setidaknya ada empat kebijakan yg dikerjakan Anies-Sandiaga sehingga mengubah “wajah” kawasan Monas.

Dibuka bagi berbagai acara

Gubernur Anies sudah meneken Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017. Pergub itu yaitu revisi dari Pergub Nomor 160 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional.

Dalam pergub baru tersebut, Anies memperbolehkan warga memakai kawasan Monas buat kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan, yg dilarang sejak era mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Acara kirab kebangsaan bagi memperingati Hari Pahlawan dan tausiah pada 26 November 2017 menjadi tanda dibukanya kawasan Monas bagi berbagai kegiatan.

“Ini diperluas yg boleh digunakan. Jadi, kalau semula pendidikan, sosial, budaya, dan agama tak masuk, sekarang jadi boleh,” ujar Anies kala itu.

Masyarakat harus mengajukan izin terlebih lalu bagi memakai Monas sebagai tempat acara.

Dibukanya Monas bagi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan yaitu salah sesuatu janji Anies-Sandiaga pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Baca juga: 7 Aktivitas Liburan yg Bisa Anda Coba di Monas

Peserta Reuni Akbar Alumni 212 akan meninggalkan Monas, Sabtu (2/12/2017)./Ridwan Aji Pitoko Peserta Reuni Akbar Alumni 212 akan meninggalkan Monas, Sabtu (2/12/2017).



Boleh injak rumput

Kebijakan yang lain yg diterapkan Anies-Sandiaga yakni memperbolehkan pengunjung menginjak rumput di kawasan Monas. Mereka ingin menjadikan Monas sebagai taman yg dapat dinikmati warga, bukan kebun yg cuma mampu dilihat.

“Kami rencana buat untuk ini kayak central park di mana ini (Monas) mulai jadi park, bukannya jadi garden. Kalau garden itu kan cuma dilihat, park itu dapat dinikmati oleh warga,” kata Sandiaga, Kamis (11/1/2018).

Untuk mewujudkan keinginan Anies-Sandiaga itu, Kantor Pengelola Kawasan Monas akan mencopot pagar taman atau pagar pembatas rumput di dalam kawasan Monas sejak dua hari yg lalu.

Selain buat menjadikan Monas sebagai taman kota, pagar pembatas rumput itu juga dicopot karena akan rusak dan patah.

Setelah pagar sling itu dicopot, Anies-Sandiaga memperbolehkan warga duduk-duduk di rumput.

“Kami harapkan di Monas, begitu pagarnya dicopot, mereka menjaga rumputnya. Jadi, mereka boleh menginjak, tetapi harus dijaga karena ini aset punya bersama, punya rakyat juga,” kata Sandiaga, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Diperbolehkan Gubernur Anies, Warga Leluasa Injak Rumput di Monas