Pertengahan September, Serapan APBD DKI 2019 Baru 47,6 Persen

Posted on

Sementara penyerapan belanja tak segera yakni 58,6 persen atau Rp 20,2 triliun dari alokasi anggaran Rp 34,5 triliun. Belanja tak segera terdiri dari belanja pegawai, hibah, subsidi, bantuan sosial, dan lain-lain.

Baca juga: Serapan APBD DKI Masih Rendah, Ketua DPRD Bilang Anies Tak Berani Bebaskan Lahan

Dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tingkat penyerapan anggaran yg paling rendah yakni Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Dari alokasi anggaran Rp 2,46 triliun, anggaran yg diserap baru yakni Rp 340,8 miliar atau 13,8 persen.

Kemudian, penyerapan anggaran Dinas Bina Marga menempati posisi kedua terendah. Anggaran yg diserap merupakan Rp 823,7 miliar dari alokasi anggaran Rp 3,81 triliun. Persentasenya 21,5 persen.

Di posisi ketiga terendah yakni Dinas Sumber Daya Air. Dari alokasi anggaran Rp 3,86 triliun, anggaran yg diserap baru yakni Rp 1 triliun atau 26,2 persen.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perumahan Kelik Indriyanto dan Kepala Dinas Sumber Daya Air Juaini menyatakan, lamanya lelang dan pembebasan lahan menjadi penyebab rendahnya tingkat penyerapan anggaran di SKPD mereka.

Sumber:

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/16/07155461/pertengahan-september-serapan-apbd-dki-2019-baru-476-persen