Perluasan Ganjil Genap, Pengamat: Jakarta Tetap Macet Dan Kualitas Udara Masih Buruk

Posted on

JAKARTA, – Mulai tanggal 9 September 2019, peraturan ganjil genap dengan perluasan wilayah baru akan diterapkan. Namun, agaknya perluasan ganjil genap belum cukup efektif buat menekan kemacetan di Jakarta.

Hal tersebut dikatakan Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan.

Baca juga: 20 Hari Sosialisasi Ganjil Genap, Transjakarta Klaim Jumlah Penumpang Naik

“Kebijakan Ganjil Genap tak efektif karena¬† tak sistemik. Macet Jakarta telah akut maka perlu kebijakan sistemik,” kata Tigor dalam informasi persnya, Minggu, (8/9/2019).

Tigor menyampaikan hal berdasar dari uji mencoba yg sudah dikerjakan Pemprov DKI Jakarta sejak 12 Agustus lalu. Selain itu, ganjil genap dinilai tak berdampak pada perbaikan kualitas udara di Jakarta.

“Fakta memperlihatkan hasil pantauan Airvisual selama masa uji mencoba perluasan Ganjil¬† genap sejak 12 Agustus 2019 kualitas udara Jakarta berada pada posisi juara tetap sesuatu atau beberapa terburuk di dunia,” kata dia.

Sebagai gantinya, dia menganjurkan penggunaan kebijakan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP). Sambil berjalan buat memberlakukan ERP, pemerintah dapat memperbaiki transportasi umum bagi warga Jakarta.