Pengendara Tak Tahu Rambu Ganjil Genap, Pemerintah Diminta Revisi Aturan Pembuatan SIM

Posted on

JAKARTA, – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan diminta bagi merevisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULAJ).

Revisi yg dimaksud adalah proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tujuannya, agar pengendara mengetahui rambu-rambu dahulu lintas terbaru, seperti peraturan ganjil-genap.

Hal ini dikerjakan karena masih banyak pengendara yg lupa bahkan tak tahu mulai adanya perluasan ruas ganjil genap.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

“Sekarang ini, warga banyak yg tak tahu rambu, walau telah milik SIM. Proses pembuatan SIM harus terpisah antara sekolah, penerbit dan pengawasan. Saat dikerjakan revisi UU 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, perlu dimasukkan revisi itu,” kata pengamat transportasi, Djoko Setijowarno ketika dihubungi , Senin (16/9/2019).