Peminat “Mobil Murah” Menurun, Ini Faktornya

Posted on

JAKARTA, – Dalam wacana pajak emisi yg diutarakan pemerintah terungkap bahwa kendaraan segmen mobil murah alias Low Cost Green Car ( LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Enargi dan Hemat Bahan Bakar ( KBH2) mulai terkena dampak. Peraturan tersebut mulai mengenakan pajak sebesar 3 persen kepada segmen yg menyasar konsumen entry level tersebut.

Namun Toyota sebagai pihak yg menjual mobil di segmen ini mengungkapkan, kenaikan yg terjadi tak masalah. Padahal dengan pengenaan pajak tersebut, harga produk di segmen ini mampu terdongkrak naik.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan, mengenai pajak telah pasti tak mulai dibebankan pada konsumen secara keseluruhan. Di yang lain sisi, pasar LCGC ketika ini memang telah masuk ke fase penurunan.

“Tanpa ada aturan ( PPnBM) juga telah turun. Ada aturan pasti turun lagi. Kenapa? Ada beberapa faktor yg mempengaruhi,” ucap Soerjo ketika ditemui Rabu (13/3/2019) lalu.

Pertama, pasar low MPV semakin berkembang luar biasa. Soerjo mengungkapkan, konsumen yg tadinya melirik LCGC terimingi buat melakukan peningkatan. 

Baca juga: Toyota Tak Masalah Bila LCGC Kena Tambahan Pajak

“Jangan lupa sekarang kemudahan pembiayaan. Orang tambah angsuran Rp 500.000 tiap bulan telah mampu model yg lebih baru, kesannya tak murahan. Ada sisi emosionalnya,” ucap Soerjo.

Alasan kedua, pasar sepeda motor berkembang pesat. Pasar roda beberapa secara tak segera membuat pilihan konsumen mobil LCGC bertambah terutama melihat kenaikan model-model motor premium yg ditawarkan produsen roda dua.

“Pilihannya beragam, pertama dari Kawasaki lalu kan, dulu Honda dan lainnya. Selain itu ada motor listrik. Antara motor dan mobil lebih gampang motor bagi berkembang. Jadi skemanya seperti itu,” ucap Soerjo.

Soerjo juga mengingatkan ketika ini konsumen telah memiliki kemudahan pilihan transportasi publik. Ada kereta, LRT dan MRT serta tak memungkiri hadirnya transportasi online juga mengubah potensi konsumen di segmen LCGC.

“Dulu LCGC kan yg dicari harga terjangkaunya. Sekarang bukan lagi. Naik transportasi online, orang tak perlu bayar parkir, perawatan. Lihat motor juga mampu lebih yg premium. Itu gambarannya. Kita amati di 2018 telah selisih 10.000 sampai 15.000 dibanding 2017 penurunannya,” ucap Soerjo.

Soerjo mengungkapkan ketika ini tawaran produk LCGC pun tak ada yg menarik. Ini kesulitan yg dirasakan di segmen LCGC.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

https://otomotif.kompas.com/read/2019/03/15/080200315/peminat-mobil-murah-menurun-ini-faktornya