Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

Pakar: Banyak Cara Siasati Biaya Pendidikan Anak

/
/
/
8 Views

category

Jakarta (ANTARA News) – Pakar perencana keuangan Agustina Fitria Aryani menyampaikan sebetulnya ada begitu banyak cara buat menyiasati biaya pendidikan anak terlebih bagi orang tua yg memiliki lebih dari sesuatu anak dengan jenjang sekolah yg masih panjang.

“Bagi orang tua, pendidikan anak adalah prioritas. Namun, bagaimana halnya seandainya memiliki anak beberapa anak atau lebih dengan usia yg berdekatan dan masih memerlukan jenjang pendidikan yg panjang. Ini perlu dipersiapkan dan disiasati dengan sangat baik,” kata Agustina Fitria Aryani di Jakarta, Selasa.

Agustina yg juga Financial Planner Head dari OneShildt Financial Planning itu mengatakan, kedua orang tua memang perlu berdiskusi dan sepakat bagi menentukan arah pendidikan setiap anak, misalnya, jalur sekolah formal atau homeschooling, macam kurikulum yg dipilih, negeri atau swasta, swasta umum atau berdasarkan agama, hingga dalam negeri atau luar negeri.

Setelah melakukan riset terhadap dua sekolah yg sesuai dengan arah pendidikan, kata dia, maka selanjutnya orang tua perlu berhitung dengan kemampuan buat membayar biayanya.

“Jika jalur sekolah formal yg dipilih, maka terdapat komponen dana pendidikan yg penting adalah uang pangkal atau uang gedung, SPP (bulanan/triwulan/semester) termasuk ekstrakurikuler dan les di luar sekolah, dan uang tahunan termasuk kegiatan, daftar ulang, buku, seragam,” paparnya.

Ia mencatat uang pangkal sekolah di Indonesia rata-rata mengalami kenaikan 2 kali lipat inflasi umum, atau sekitar 10-15 persen pertahun, sedangkan SPP rata-rata naik sama dengan inflasi umum.

“Katakanlah ketika ini usia anak adalah 8 tahun (kelas 2 SD), 6 tahun (TK B), dan 3 tahun (Kelompok Bermain). Orang tua perlu membuat perencanaan dana pendidikan sampai ke jenjang universitas (S1). Artinya, ada kebutuhan uang pangkal, SPP, dan uang tahunan yg harus disiapkan bagi 3 orang anak sekaligus. Maka orang tua harus pandai mengelolanya agar tak membebani arus kas keluarga,” tuturnya.

Dalam pengelolaan arus kas keluarga disarankan agar pengeluaran buat biaya hidup maksimal 60 persen, investasi 30 persen, dan hiburan 10 persen.

Biaya hidup terdiri dari cicilan utang, premi asuransi, rumah tangga, transportasi, pengeluaran bagi anak, dan sosial.

“Jadi, komponen SPP anak dan uang tahunan masuk dalam kategori biaya hidup,” ucapnya.

Pengeluaran investasi meliputi biaya buat persiapan pensiun, pendidikan/pengembangan diri buat orang tua meliputi “training”, seminar, dan buku, serta investasi buat menyiapkan uang pangkal sekolah anak.

Sedangkan pengeluaran bagi hiburan sebesar 10 persen kata dia, memang ditujukan bagi bersenang-senang sebagai salah sesuatu bentuk menjaga keseimbangan hidup, misalnya buat liburan, hobi, dan lain-lain.

Siasat biaya hidup

“Bagaimana seandainya pembayaran SPP 3 anak tadi menyebabkan biaya hidup keluarga tinggi atau menghabiskan lebih dari 60 persen penghasilan? Ada dua alternatif yg dapat dilakukan,” ujarnya.

Ia menyarankan hal pertama agar ada pengurangan biaya hidup yg kurang prioritas, misalnya, cicilan utang konsumtif, premi asuransi yg tak tepat sasaran, memilih tempat belanja bulanan dengan harga yg murah, dan membiasakan makan di rumah.

Saran selanjutnya yakni memilih sesuatu macam ekstrakurikuler/les nonakademis yg memang benar-benar sesuai dengan bakat dan minat anak dan membiasakan anak membawa bekal makanan sehat dari rumah bagi mencukupi kebutuhannya selama di sekolah dan dalam perjalanan.

“Untuk anak yg mulai memasuki jenjang pendidikan berikutnya misalnya dari KB atau TK ke SD, perlu lebih cermat lagi dalam memilih sekolah yg sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga,” imbuhnya.

Bahkan kata dia, seandainya orang tua telah merasa sekolah tertentu sangat cocok bagi seluruh anak maka harus rela mengurangi porsi pengeluaran hiburan buat membayar SPP.

“Alternatif terakhir adalah asah selalu bakat, kemampuan,dan kompetensi sehingga dapat dimanfaatkan bagi memberikan penghasilan tambahan maka dapat memenuhi biaya hidup, termasuk biaya pendidikan anak-anak,” tukasnya.

Sementara terkait penggunaan utang atau kartu kredit bagi membayar biaya sekolah, Agustina menyampaikan pada dasarnya utang bagi membiayai pendidikan termasuk dalam utang konsumtif karena sifatnya yg tak tidak mengurangi aset atau harta.

“Oleh karena itu biasanya bank atau lembaga keuangan mulai memutuskan suku bunga yg tinggi. Lebih baik seandainya orang tua menyiapkan dana pendidikan anak-anak jauh hari sesuai dengan kemampuan daripada tidak mengurangi beban keuangan keluarga dengan utang,” kata Agustina.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652121/pakar-banyak-cara-siasati-biaya-pendidikan-anak

title

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

1 Comments

  1. It has never been easier to opt between the transportation services, as all bloke opinions and testimonials are gathered in one place for you
    to pick the best. Escape injurious quality and as a culminate
    miserable endure by means of consulting any transmission website reviews.

    Utterly written testimonials will example you including the dispose of of
    selecting the song and alone transfiguration usefulness that last will and testament angry your needs.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text