Orang Tua Jangan Izinkan Anak Di Bawah 17 Tahun Bawa Kendaraan

Posted on

Mengacu pada Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angktan Jalan, Pasal 77 ayat 1 menjelaskan bahwa setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM, sesuai dengan kendaraan yg dikemudikan.

Pasal 81 menjelaskan, bagi SIM A, C dan D minimal berusia 17 tahun, kemudian SIM B1 minimal 20 tahun, dan SIM B II 21 tahun ke atas.

Sementara itu menurut Edo Rusyanto, Pemerhati Keselamatan Lalu Lintas, banyak fakta memamerkan bahwa anak di bawah umur menjadi pelaku dan korban kecelakaan dahulu lintas jalan.

“Data yg aku peroleh dalam rentang 2011-2016 memperlihatkan, lebih dari 139.000-an anak menjadi pelaku kecelakaan. Di sisi lain, selaku korban kecelakaan jumlahnya dapat beberapa kali lipat,” ujar Edo kepada , Kamis (7/2/2019).

Baca juga: Korlantas Usulkan Hari Keselamatan Berlalu Lintas

Edo melanjutkan, dalam rentang 5 tahun itu setidaknya sekitar 16 persen dari 875.000-an korban kecelakaan adalah dari kalangan anak-anak. Sebuah fakta data yg sangat memprihatinkan.

“Oleh sebab itu, perlindungan terhadap anak-anak di bawah umur agar terhindar dari petaka jalan raya adalah mutlak. Menjadi kewajiban orang tua dan masyarakat bagi sentiasa mengingatkan risiko anak di bawah umur bagi berkendara,” kata dia.

Selain karena kestabilan emosi ketika berkendara gampang goyah, anak-anak cenderung belum dapat mempertanggung jawabkan apa yg dia lakukan. Belum lagi persoalan regulasi yg mewajibkan setiap pengendara memiliki SIM.

Sumber:

https://otomotif.kompas.com/read/2019/02/08/082200415/orang-tua-jangan-izinkan-anak-di-bawah-17-tahun-bawa-kendaraan