Mengenal Lebih Jauh Facet Joint Syndrome

Posted on

Menurut Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K), SpKP, Spesialis Bedah Saraf, Brain & Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, proses degenerative tulang belakang menyebabkan penyebaran berat badan tak merata ke sendi facet.

Beban ini mengakibatkan keausan pada sendi, rusaknya kapsul sendi hingga munculnya taji tuiang. Mirip seperti arthritis pada sensi lutut, perubahan ini menyulitkan seseorang bergerak secara bebas, terjadi peradangan dan iritasi. Kemudian pada gilirannya mengakibatkan otot di sekitar sendi facet menjadi kaku hingga sulit digerakkan.

“Yang khas dari facet joint syndrome nyerinya menyebar hingga ke bokong, seandainya terjadi di pinggang. Atau menyebar ke bahu hingga kepala bagian belakang seandainya terjadi di leher. Rasa tak nyaman atau pegal juga terasa tepat diatas sendi facet yg bermasalah,” tambah Dr. Wawan.

Meski demikian nyeri yg ditimbulkan pada sendi facet mirip dengan persoalan tulang belakang Iainnya.

Untuk mendapatkan diagnosis akurat, dokter membutuhkan keterangan riwayat kesehatan pasien, dan dua pemeriksaan yang lain baik fisik maupun radiologi.

“Dapat juga dikerjakan suntikan diagnostik memakai kortikosteroid dan obat anastesi, yg diberikan melalui panduan X-ray fluoroskopi pada sendi facet dan dievaluasi setelah 20-30 menit. Jika nyerinya berkurang hingga 70 persen, besar kemungkinan yaitu facetjoint syndrome,” papar dr. Wawan.

Saat ini teknologi minimally invasive seperti radiofrekuensi ablasi juga dapat menjadi solusi mengatasi nyeri akibat facet joint syndrome, dengan efektivitas terapi lebih baik.

Sindroma sendi facet, pada dua perkara dapat diatasi dengan memberbaiki gaya hidup seperti merubah posisi duduk yg baik, merubah posisi tidur, hingga menggurangi berat badan. Latihan penguatan otot punggung dan perut juga mampu menolong mengatasi facetjoint syndrome.(tka)
Sumber:

https://gayahidup.inilah.com/read/detail/2489486/mengenal-lebih-jauh-facet-joint-syndrome