free stats

Mendengar Bisik-bisik Anak Padang Di Wings Of Time Singapura…

“Ondeh lah habih pitih?” ujar seorang gadis di sela waktu menunggu pertunjukan dimulai, Jumat (9/2/2018).

Gadis manis berkerudung biru tersebut berbicara dalam bahasa dan logat Padang yg artinya, ‘sudah habis uangmu?’. Ia dan 16 temannya tiba dari Padang, tujuannya buat mengikuti program study tour.

“Kami kelas 1 SMP, telah jadi kegiatan setiap tahun bagi pergi study tour,” kata gadis itu.

Ia mengatakan, buat bisa mengikuti paket perjalanan sambil belajar di Malaysia hingga Singapura, para siswa harus membayar uang perjalanan sebesar Rp 4,7 juta. Kata para siswa, uang tersebut belum termasuk uang jajan selama di negeri tetangga.

Para siswa biasanya berada di luar negeri selama 6 hari, tiga hari di Malaysia dan 3 hari di Singapura. Program belajar semacam ini biasa diikuti siswa siswi yang berasal Padang.

Untuk mencapai Malaysia dan Singapura, rombongan pelajar ini harus melalui Batam memakai jalur udara. Perjalanan menuju Malaysia dan Singapura bisa dilanjutkan dengan jalur darat dengan memakai bus misalnya.

Kata seorang warga Padang, dahulu ada sebuah maskapai yg sempat melayani penerbangan dari Padang segera Singapura. Namun layanan penerbangan tersebut cuma bertahan 6 bulan saja. Itulah sebabnya perjalanan siswa menuju Malaysia dan Singapura memakan lebih banyak waktu.

Siswi yang berasal Padang, Sumatera Barat tengah mengikuti program studi tour di Wings of Time, Singapura, Jumat (9/2/2018)./SHERLY PUSPITA Siswi yang berasal Padang, Sumatera Barat tengah mengikuti program studi tour di Wings of Time, Singapura, Jumat (9/2/2018).

Tahun ini maskapai penerbangan, AirAsia membuka rute perjalanan baru Padang-Singapura. Tentunya perjalanan wisatawan, termasuk para siswa menuju kota dunia kosmopolitan ini menjadi lebih hemat waktu dan hemat biaya…

“Rachel, Rachel, where are you? Wait me Rachel. Rachel, wait me…” suara pemeran Felix sambil berlari diiringi lampu panggung di atas hamparan pasir putih. Pertunjukan wings of time akhirnya dimulai…

Kisah petualangan Rachel dan Felix dilanjutkan dengan film pendek dengan memadukan berbagai teknologi canggih. Kisah tersebut dilengkapi dengan hadirnya Shahbaz, seekor burung besar yg kelihatan terbang bebas membawa tokoh Rachel dan Felix.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2018/02/13/090200327/mendengar-bisik-bisik-anak-padang-di-wings-of-time-singapura-
Tags: