Khofifah-Emil Langsung “Tancap Gas”…

Posted on

JAKARTA, – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak segera “tancap gas” bekerja setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Khofifah-Emil segera menyasar ‘jantung’ masalah di Jawa Timur, yakni kemiskinan dan disparitas ekonomi antara masyarakat desa dengan kota.

“Problem Jawa Timur adalah kemiskinan yg cukup akut di pedesaan. Ternyata itu disebabkan oleh antara yang lain beban lansia di keluarga miskin. Maka, kita mulai mengintervensi lansia berusia 70 tahun ke atas di keluarga miskin melalui PKH Plus (Program Keluarga Harapan Plus),” ujar Khofifah, usai pelantikan.

Untuk tahap yg pertama, jumlah lansia di keluarga miskin yg mulai diberikan PKH Plus sebanyak 50.000.

Khofifah cukup mengetahui seluk-beluk program PKH karena sebelum menjabat Gubernur Jawa Timur, ia dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial yg berwenang terhadap program itu.

Baca juga: Usai Lantik Khofifah, Jokowi Bahas Pilpres Bareng Soekarwo dan Para Ketum Parpol

Selain itu, Khofifah-Emil memastikan APBD Provinsi Jawa Timur 2019 ini meng-cover 21.700 guru tak tetap dan pegawai tak tetap di segala Jawa Timur.

Sebab sebelumnya, APBD cuma mengakomodasi sebanyak 7.800 guru tak tetap dan pegawai tak tetap.

“Ini adalah hasil koordinasi yg sangat baik antara kalian dengan Pakde Karwo. Kami mengatakan janji-janji kampanye, dahulu kalian sisir, kemudian kita minta mem-break down dalam RAPBD waktu itu dan Pakde Karwo menyetujui,” ujar Khofifah.

“Guru tak tetap dan pegawai tak tetap di semua Jawa Timur ada 21.700. Hari ini yg telah mampu support dari APBD provinsi ada 7.800. Insya Allah dalam APBD tahun ini telah segala tercover,” lanjut dia.

Selanjutnya, Khofifah-Emil mulai mendorong percepatan sistem pelayanan izin di Jawa Timur. Ia ingin agar pembuatan izin usaha di Jatim semakin ringkas, gampang dan cepat.

Baca juga: Ini Pesan Presiden Jokowi bagi Khofifah dan Emil Dardak

 

Selain program yg dilandaskan pada APBD, Khofifah-Emil juga mulai melaksanakan program yg dilandaskan pada non-APBD. Misalnya, program bersih-bersih sungai.

“Ada 2,9 juta pampers bayi itu yg dipakai di Jatim. Dari itu, 1,2 juta itu dibuang di sungai. Saya ingin mengajak relawan, termasuk CSR perusahaan. Kami butuh tempat sampah seperti truk atau tronton yg kalian ingin pastikan itu berada di 99 jembatan. Jadi misalnya setelah car free day, kalian bersih-bersih,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, ia dan Emil juga sedang mengidentifikasi produk-produk yg dihasilkan pondok pesantren di Jawa Timur.