Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

img

Keluhan Pengguna Transaksi Non Tunai Di Jalan Tol

/
/
/
19 Views

category

Jakarta, Otomotif – Mulai 31 Oktober 2017, segala gerbang tol mulai memakai transaksi uang elektronik (e-Money). PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ketika ini sedang gencar melakukan persiapan sekaligus sosialisasi buat penerapan menuju 100 persen full non tunai.

Meski diklaim memiliki keuntungan lebih seperti fleksibel dan waktu transaksi yg lebih cepat, tetapi bukan berarti mulus tanpa kritik. Beberapa pengguna e-Money yg kerap melakukan transaksi pembayaran, justru tidak jarang mengalami dua kendala.

Contohnya seperti yg dialami Puput. pegawai swasta, dengan postur tubuh 150 cm ini kerap kesulitan ketika mulai melakukan tapping di gerbang tol yg cuma meyediakan reader tanpa ada petugas yg membantu.

“Sampai harus lepas safety belt, netralin transmisi, mundurin jok, bahkan sampai posisi kepala keluar dari jendela bagi ngetap kartu,” ucap Puput kepada Otomotif, Selasa (12/9/2017).

Baca : Jasa Marga Masih Butuh 385 “Reader”

Begitu juga dengan Sari, karyawan swasta yg kerap mengalami kesulitan mengatur jarak mobil dengan reader. “Kadang sampai harus buka pintu, terlalu mepet juga, pelek mobil jadi baret kena batas jalan,” ucap Sari.

Tongcard

Harus diakui, dua posisi reader memang ada yg terlalu tinggi dan jauh untuk seseorang, apalagi ditambah dengan ground clearance mobil yg juga pendek. Tapi persoalan ini sebenarnya mampu di atasi dengan adanya alat bantu bernama Tongcard.

Aksesori tongcard, memudahkan proses tap mesin pemindai e-TollBukaLapak/GomoShop Aksesori tongcard, memudahkan proses tap mesin pemindai e-Toll

Sama dengan tongkat narsis (tongsis), fungsinya sebagai media pembantu menempelkan kartu elektornik ke konsol reader tapping pada pimtu tol. Jadi kartu diselipkan di ujung tongkat dan tinggal disodorkan dari jendela ke mesin tapping.

Panjang pendek dari Tongcard juga dapat diatur menyesuaikan jarak yg dibutuhkan. Harga alat ini bervariasi, ada yg Rp 25.000 sampai Rp 50.000, dan akan banyak dijajakan di berbagai toko online di Indonesia.

Kesulitan Lain
Selain dari persoalan jarak dan kesulitan menggapai mesin tapping, kendala yang lain yg kadang dialami oleh pengguna e-Money adalah adalah persoalan reader yg kurang responsif ketika membaca kartu.

“Ada dua gerbang tol yg masih lamban baca saldo, jadi ketika transaksi juga lebih lama. Bahkan kadang-kadang lebih lama dari melakukan transaksi memakai uang segera (tunai),” ucap Hendro pegawai swasta yg kerap pulang pergi dari Kuningan menuju Cibubur.

Transaksi non-tunai memakai kartu e-toll hanya butuh waktu 2-3 detik(GARRY ANDREW LOTULUNG/) Transaksi non-tunai memakai kartu e-toll hanya butuh waktu 2-3 detik

Sedangkan Caron, kadang kesal dengan struk atau bukti transaksi yg habis, terutama ketika jam-jam sibuk.

“Pakat kartu (e-Money) memang lebih cepat, enggak harus antri. Tapi tidak jarang ketika mau ambil struk itu tak keluar, meskipun sepele tetapi sebenarnya berguna sebagai bukti rembes kantor kalau ketika keluar karena tugas,” kata Caron yg bekerja di Kawasan Sudirman.


Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2017/09/12/173405515/keluhan-pengguna-transaksi-non-tunai-di-jalan-tol

title

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text