Kartu Pekerja Anies-Sandi Dan Kritik Dari Elemen Buruh

Posted on

Ketika UMP DKI ditetapkan pada November 2017, penentangan keras tiba dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yg menaungi ribuan buruh. Mereka meminta UMP dinaikkan hingga Rp 3,9 juta.

Ketika akhirnya tuntutan tidak dipenuhi, massa pun menyebut Anies-Sandi ingkar janji karena tidak sesuai kontrak politik dengan buruh yg janji mulai memutuskan UMP di atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ketika menyerahkan Kartu Pekerja secara simbolis kepada perwakilan serikat buruh di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2018)./Sherly Puspita Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ketika menyerahkan Kartu Pekerja secara simbolis kepada perwakilan serikat buruh di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Kekecewaan itu boleh jadi masih dipendam. Elemen buruh kini mempertanyakan subsidi yg diluncurkan Pemprov DKI ini.

Presiden KSPI Said Iqbal meragukan bahwa segala buruh yg mendapat gaji UMP mampu menikmati program Kartu Pekerja. 

Dari keterangan yg dia dapat, jumlah penerima Kartu Pekerja ketika peluncuran sekitar 35.000 pekerja.

Padahal, kata Iqbal, bila menggunakan definisi pekerja penerima UMP, jumlah penerima Kartu Pekerja harusnya lebih dari 500.000 pekerja.

“Akibatnya teknis di lapangan mulai terjadi konflik horizontal dan akhirnya terkesan pencitraan saja, cuma sekadar telah memenuhi janji kampanyenya kepada buruh tetapi sesungguhnya cuma basa-basi,” ujar Said.

Baca juga : KSPI Persoalkan Mengapa Penerima Kartu Pekerja Tak Sesuai Jumlah Buruh

Said ragu program tersebut mulai efektif dan tepat sasaran. Dia juga mempertanyakan apakah program itu mampu didapatkan oleh pekerja ber- KTP DKI tapi bekerja di luar Jakarta.

“KSPI berpendapat, jangan program yg baik ini ujung-ujungnya cuma menyubsidi perusahaan menengah atas dan multinasional dengan memakai uang negara yg berasal dari pajak rakyat karena perusahaan menengah atas inilah yg banyak mempekerjakan buruh kontrak dan outsourcing dengan masa kerja di atas sesuatu tahun yg menerima UMP,” ujar Said.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/13/08205681/kartu-pekerja-anies-sandi-dan-kritik-dari-elemen-buruh