Jawa Tengah Targetkan 1,2 Juta Wisman Pada 2019

Posted on

Sementara kunjungan wisnus, pada 2018 tercatat sebanyak 49.762.787 kunjungan atau meningkat dibanding 2017 sebanyak 40.118.470.

Sinung menjelaskan, penurunan kunjungan wisman dilatarbelakangi banyak hal. Salah satunya sejumlah lokasi wisata yg tengah direnovasi, bencana di berbagai wilayah di Indonesia, dan pintu masuk di Solo tak melayani penerbangan internasional.

Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, akan Jumat (21/12/2018)./IKA FITRIANA Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, akan Jumat (21/12/2018).

“Banyak event internasional yg biasanya digelar di Yogyakarta, tahun kemarin tak digelar, dan itu berdampak ke Jateng,” katanya.

Baca juga: Berani Foto dengan Ikan Hiu di Karimunjawa?

Untuk menarik wisatawan, berbagai agenda wisata diluncurkan buat menarik minat wisatawan datang. Sejumlah agenda dibagi menjadi tiga kategori, merupakan 17 agenda simbol dan ritus sosial, 8 festival upacara, dan 45 festival keragaman budaya Jawa Tengah.

Sejumlah agenda yg menonjol antara lain, Festival Kota Lama (4-5 Mei 2019), Borobudur International Arts and Performing Festival (BIAPF) (6-8 Juli), Dieng Culture Festival (2-4 Agustus 2019), Festival Cheng Ho (Agustus), Festival Payung Indonesia (September), Solo International Performing Arts (SIPA) (6-8 September 2019) dan Borobudur Marathon (November 2019).

Sam Poo Kong yaitu salah sesuatu destinasi favorit di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat patung Laksamana Cheng Ho yg terbuat dari perunggu dengan tinggi 12 meter./ALEK KURNIAWAN Sam Poo Kong yaitu salah sesuatu destinasi favorit di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat patung Laksamana Cheng Ho yg terbuat dari perunggu dengan tinggi 12 meter.

Selain itu, sejumlah agenda promosi yg telah terjadwal pada 2019, antara yang lain Pasar Imlek Semawis (1-3 Februari), Solo Great Sale (1-28 Februari 2019), Prosesi Adat Boyong Grobog (3 Maret), Festival Perahu Naga di Pulau Nusakambangan (17 Maret), Kirab Budaya Demak (24 Maret), Sadranan (15 April), Gebyar Kartini (27 April), Dugderan (3-4 Mei), Tradisi Dhandangan (15 Mei).

Pada bulan Juni, agenda wisata yg digelar yaitu, Festival Serayu (1-2 Juni), Festival Kupat Lepet (21 Juni), dahulu Lomba layang-Layang (14 Juli), Festival Lembah Merapi (1-4 Agustus), Grebeg Besar Demak (17 Agustus) dan Kirap Hari Jadi Banjarnegara (22 Agustus).

Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling ketika mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah sesuatu atraksi yg bisa dikerjakan oleh wisatawan ketika berkunjung ke Karimunjawa./WAHYU ADITYO PRODJO Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling ketika mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah sesuatu atraksi yg bisa dikerjakan oleh wisatawan ketika berkunjung ke Karimunjawa.

Pada bulan September digelar Tradisi Jenang Tebokan (1 September), Festival Rogojembangan Pekalongan (6-8 September), Sebaran Apem Kukus Keong Mas (15 Oktober), Ketep Festival (18-20 Oktober), Ampyang Maulid (9 Oktober) dan Folklore (14-16 Desember).

Sumber:

https://travel.kompas.com/read/2019/02/06/120600427/jawa-tengah-targetkan-1-2-juta-wisman-pada-2019