free stats

Ini Solusi Ketahanan Pangan Dan Gizi Tercukupi

Jakarta – Tanaman kacang-kacangan mampu menjadi salah sesuatu solusi ketahanan pangan, karena bisa menghadapi perubahan iklim, memiliki sumber protein nabati yg tinggi dan lebih murah daripada protein hewani.

Kacang hijau adalah tanaman utama di Indonesia yg memiliki nutrisi tinggi dan kemampuan bagi bertahan di tanah kering, khususnya di Indonesia Timur. Konsumsi domestik ketika ini sekitar 280.000 ton per tahun, dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,5 ha per petani dan rata rata produktivtas 0,8-1 ton/ha. Di Indonesia, 86 persen dari pasokan domestik diproduksi oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT.

Dalam sesuatu dekade terakhir, kacang hijau sedang mengalami tren penurunan produktivitas. Banyak faktor yg menyebabkan rendahnya produktivitas kacang hijau di petani, diantaranya adalah sekitar 54 persen petani masih memakai kacang hijau konsumsi dari pasar tradisional sebagai benih buat ditanam.

Sementara sejumlah petani lainnya membeli benih buat ditanam dari toko pertanian namun benih tersebut juga adalah kacang hijau bagi konsumsi. Sedikit sekali toko pertanian yg menjual benih unggul bersertifikat.

Jika dihitung dari konsumsi kacang hijau di Indonesia, kebutuhan benih kacang hijau lebih kurang 6.000 ton atau sekitar Rp 122 Miliar per tahunnya. Dan sampai ketika ini ketersediaan benih berkualitas tinggi masih sangat rendah.

Merujuk pada persoalan di atas, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bekerjasama dengan program kerjasama Pemerintah Indonesia Australia, Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) mengadakan diskusi yg mengangkat tema Benih Unggul buat Mensejahterakan Petani, Meraih Ketahanan Pangan dan Pencapaian Nutrisi.