Google Didenda Rp 7,7 Triliun Di Perancis Karena Menghindari Pajak

Posted on

Google sepakat membayar settlement berupa denda sebesar 500 juta euro (Rp 7,7 triliun) ke pemerintah Perancis karena menghindari pajak

Denda tersebut masih ditambah pajak yg belum dibayar (back taxes) senilai 465 juta euro (Rp 7,2 triliun) sehingga jumlah totalnya mencapai hampir semiliar euro

“Kesepakatan ini bagi menyelesaikan segala sengketa (pajak) di masa lalu,” ujar Antonin Levy, salah sesuatu kuasa hukum Google dalam sesi dengar pendapat di pengadilan Perancis.

Sejumlah besar uang yg dibayarkan sebagai penyelesaian masalah pajak itu sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan 1,6 miliar euro yg dituntut oleh Kementerian Keuangan Perancis. Nilainya pun terbilang kecil bagi perusahaan raksasa seperti Google.

Baca juga: Selain di Indonesia, Pajak Google Dipermasalahkan di 4 Negara Ini

Tim investigasi pemerintah masih menelusuri apakah Google yg memiliki kantor pusat di Dublin, Irlandia, masih memiliki sejumlah aktivitas sembunyi-sembunyi demi menghindari pajak di Perancis.

Investigasi pajak ini akan dikerjakan sejak tahun 2016 setelah kantor Google di Paris digrebek oleh pemerintah setempat. Google dilaporkan cuma membayar sejumlah kecil pajak di negara-negara Uni Eropa karena cuma melaporkan penjualannya di Irlandia.

Cara ini memang mampu dikerjakan karena adanya celah di hukum pajak internasional. Perusahaan yg bernaung di bawah Alphabet Inc ini bukanlah satu-satunya perusahaan yg terseret perkara pajak di Eropa.

Baca juga: Cara Google Memanfaatkan Celah bagi Menghindari Pajak