Cerita Ali, Pegawai Perusahaan Iklan Yang Jadi Pembuat Kaki Palsu

Posted on

Hingga pada suatu hari, sebuah yayasan yg tengah membangun madrasah di dekat tempat tinggalnya mencari orang-orang dengan usaha kreatif.

Ali dan yayasan tersebut pun akhirnya bertemu. Menurut penuturan Ali, pengelola yayasan itu pun segera tertarik dengan usahanya membuat kaki, tangan, dan jari palsu.

“Nah aku kan ketemu sama Yayasan Al-Azhar ini dan mereka minta aku bagi mendata kaum difabel yg kehilangan kaki di sekitar rumah aku dan membuatkan 10 kaki palsu bagi mereka,” kenang Ali.

Dari sana, kemudian banyak perusahaan yg memakai jasa pembuatan kaki dan tangan palsu Ali buat program corporate social responsibility (CSR) mereka.

Padahal, saat itu Ali berencana kembali ke dunia periklanan. Namun, rencana itu dia urungkan dan dia mengambil saham dalam perusahaannya bagi dijadikan modal mendirikan Sanggar Organ Prosthetic.

Diremehkan

Seiring dengan berjalannya waktu, tak banyak perusahaan yg melakukan CSR dan menyewa jasa pembuatan kaki, tangan, dan jari palsu Ali.

Selayaknya wirausahawan, Ali pun coba cara yang lain dengan membawa proposal-proposal ke lembaga pemerintahan terkait dan juga rumah sakit buat bekerja sama dalam penyediaan kaki, tangan, dan jari palsu.

“Saya kasih proposal ke lembaga-lembaga pelat kuning tetapi mereka nggak ada yg mau kerja sama. Saya dibilang minta-minta lah, enggak ada lulusan sarjananya, enggak ada badan usahanya lah, ya begitu-begitu alasannya,” ungkap dia.

Baca juga : Hari Kasih Sayang dan Kaki Palsu bagi Siti

Ali yg juga mantan pelukis poster film buat di bioskop ini pun bercerita bahwa kaki dan tangan palsu buatannya tak kalah berkualitas dengan produk-produk luar negeri seperti buatan Vietnam atau India.

Dengan harga lebih terjangkau, tak sampai puluhan juta, Ali menjamin bahwa kaki dan tangan palsu buatannya berkualitas tinggi.

“Penyemangat aku ya pasien itu sendiri. Mereka bilang jangan berhenti bikin kaki dan tangan palsu, mereka bilang sulit menemukan yg kayak saya, karena kualitas, harganya, dan kekeluargaannya,” ucap Ali.

Pembuat kaki dan tangan palsu Ali Saga (56) menyelesaikan pembuatan kaki palsu pesanan dari sebuah yayasan di Sanggar Organ miliknya di Tangerang, Banten, Jumat (12/01/2018). Kaki dan tangan palsu buatan Ali Saga membutuhkan waktu tiga hari pengerjaan dan dijual dengan harga antara 4 hingga tujuh juta rupiah per buahnya, tapi bagi pasien yg kurang dapat ali memberikannya secara geratis. / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pembuat kaki dan tangan palsu Ali Saga (56) menyelesaikan pembuatan kaki palsu pesanan dari sebuah yayasan di Sanggar Organ miliknya di Tangerang, Banten, Jumat (12/01/2018). Kaki dan tangan palsu buatan Ali Saga membutuhkan waktu tiga hari pengerjaan dan dijual dengan harga antara 4 hingga tujuh juta rupiah per buahnya, tapi bagi pasien yg kurang dapat ali memberikannya secara geratis.

Kaki dan tangan palsu buatan Ali dibuat memakai bahan dari serat-serat fiber dan komposisi lainnya.

Harga yg dibanderol Ali buat kaki dan tangan palsu buatannya tak mencapai puluhan juta seperti buatan luar negeri.

Namun, kaki dan tangan palsu buatannya diyakini Ali memiliki kualitas serupa dengan barang buatan luar negeri seharga puluhan juta.

Di sisi lain, Ali justru enggan mempublikasikan harga kaki dan tangan palsunya. Untuk itu, dia mengundang pasien tiba sendiri ke workshop-nya bagi membahas perihal harga.

“Saya enggak mau harga dipublikasikan, nanti takutnya pada bilang terlalu mahal dan macam-macam. Soal banderol harga dapat diomongin begitu tiba ke sini, karena ada bebarapa bahkan aku kasih free kalau menurut aku dia benar-benar orang enggak mampu,” kata dia.

Kendati telah memasarkan produk kaki dan tangan palsunya hingga ke Malaysia dan Vietnam, Ali mengaku selalu belajar.

Dia sadar bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin cepat, termasuk perkembangan teknologi dalam pembuatan kaki dan tangan palsu.

“Sampai sekarang aku masih belajar, tetapi non akademis, belajar lewat YouTube, tambah pengalaman, dan update selalu soal teknologi. Bahkan aku sekarang telah membuat seperti tangan robot, tetapi belum mampu dipublikasikan,” ujar Ali.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/13/07265931/cerita-ali-pegawai-perusahaan-iklan-yang-jadi-pembuat-kaki-palsu