free stats

Bos Honor Komentari Acara Peluncuran Ponsel Xiaomi Di Jakarta

JAKARTA,  – Vendor ponsel yang berasal China Honor resmi launching Honor 8X di The Hall Senayan City, Jakarta, pada Selasa, (6/11/2018). Pada ketika yg bersamaan vendor yang berasal China lain, Xiaomi juga launching smartphone baru di Jakarta.

Tak tanggung-tanggung, Xiaomi menelurkan beberapa ponsel sekaligus, yakni Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite. Peluncuran beberapa smartphone level menengah secara bersamaan itu pun membuat dua pihak terheran-heran.
 
Menanggapi hal tersebut, President of Honor Indonesia, James Yang mengaku seandainya dirinya baru mengetahui hari Kamis minggu dulu seandainya Xioami mulai menelurkan produk di hari yg sama dengan peluncuran Honor 8X di Indonesia.
 
“Sebenarnya, rencana peluncuran Honor telah sejak sebulan lalu, kemudian mengirimkan undangan beberapa pekan lalu,” jelas dia dalam konferensi pers setelah peluncuran Honor 8X.
 
Di depan awak media, James pun mengaku kesal dengan jadwal yg bertabrakan ini. Sebab, acara peluncuran Honor 8X terpaksa mundur beberapa jam dari jadwal semula, karena menunggu dua undangan dan media yg masih berada di acara Xioami.
 
 
Ia pun menyampaikan seandainya dua fans Honor mempublikasikan sindiran terhadap produk Xioami. Seperti “8” lebih baik dibanding “6” atau “X” lebih baik dibanding “Pro”. Honor pun ikut mempublikasikannya di Instagramnya.
Sindiran Honor terhadap Xiaomi yg launching produk bersamaan.Instagram/honor_indonesia Sindiran Honor terhadap Xiaomi yg launching produk bersamaan.
 
Kendati demikian, James tetap percaya seandainya Honor 8X mampu memenangkan pasar ponsel kelas menengah.
 
“Kepercayaan diri berasal dari Honor sendiri. Honor 8X memiliki layar 6,5 inci, 91 persen rasio layar ke bodi. Saya tak percaya seandainya produk yg juga keluar hari ini adalah pesaing produk kami. Saya pikir apa yg diluncurkan pesaing hari ini tak lebih baik daripada produk kami,” imbuh James.
 
Menurut James, Redmi 6 Pro atau Mi 8 Lite yg meluncur bebarengan dengan Honor 8X bukanlah saingannya.
 
“Seharusnya Honor 8X bukanlah pesaing Redmi Note 6 Pro yg spesifikasinya lebih rendah. Pesaing Honor 8X adalah Xiaomi Mi A2,” imbuh James.
 
Bukan cuma soal layar, James juga membandingkan chipset Kirin 710 yg didukung GPU Turbo yg digunakan Honor 8X dibanding chipset Snapdragon 636 dan 660 yg diadopsi Xiaomi Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite secara berurutan.
 
Secara harga, Honor mengklaim penawarannya lebih menarik karena menyertakan paket bonus senilai Rp 700.000. James juga menunjukkan teknologi chip-on-film yg dapat memangkas bingkai ponsel bagi membuat layar lebih lega.
 
“Beberapa fans kalian mengirimkan foto di Facebook menyampaikan seandainya Honor 8X lebih impresif,” akunya dalam sebuah konferensi pers setelah acara peluncuran.

Strategi sebagai pendatang baru

Ketika ditanya strategi Honor buat mengalahkan pesaing yg lebih lama di Indonesia, James menyampaikan seandainya yg tiba lebih awal belum tentu lebih baik.
 
Honor juga sesumbar bahwa sebagai pendatang baru, mereka terbilang sukses, menghitung dari brand awarness Honor yg diklaim melesat 23 persen dari 20 persen naik ke angka 43 persen selama periode Januari-September 2018.
 
Selain produk, Honor menyebut strategi komunikasi ke konsumen juga turut mendongkrak ketenaran produk Honor. Honor juga mengklaim pertumbuhan 100 persen di Indonesia tiap bulannya.