Belajar Dari Google Dan Apple, Sandiaga Janji Permudah Izin UKM Kopi

Posted on

title

JAKARTA, – Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji, Pemerintah Provinsi DKI pada rezim kepemimpinannya dan Anies Baswedan mulai mempermudah proses perizinan usaha untuk pengusaha usaha kecil menengah (UKM) bidang kopi.

Menurut Sandiaga, penerbitan izin usaha bagi pengusaha kecil harus sama mudahnya dengan izin bagi pengusaha besar.

“Jangan izin untuk pengusaha kecil dipersulit, buat pengusaha besarnya mudah. Contohnya izin reklamasi. Gubernurnya lagi naik haji, pulang-pulang izin reklamasinya telah disetujui,” katanya di depan anggota gerakan Jakarta Coffee Capital dalam acara peluncuran gerakan ini di salah sesuatu kedai kopi di Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/9/2017) malam.

(Baca juga: Soal Izin Pulau Reklamasi, Sandiaga Akan Kumpulkan Data sebelum Berkomentar)

Saat ditemui usai acara, Sandiaga kembali menegaskan janji bahwa di era pemerintahannya ke depan, regulasi untuk pengusaha UKM mulai dipermudah. Tidak mulai ada pembedaan dengan proses perizinan buat pengusaha besar.

“Keluhan di bawah tadi kalau bagi usaha besar, perizinannya mampu cepat sekali. Bisa bergerak super cepat. Dalam hitungan Minggu keluar izinnya. Bisa keluar izinnya maha-dahsyat secepat kilat, kenapa buat UKM tak dihadirkan hal yg sama,” ujar Sandi.

Curhatan pelaku UKM

Dalam acara itu,salah sesuatu anggota gerakan bernama Tri memang sempat mengeluhkan seputar sulitnya pemberian izin usaha seperti yg pernah dialaminya.

Tri adalah pemilik Escape Coffee, sebuah kedai kopi kecil yg beralamat di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepada Sandi, dia sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin usaha akibat kedai yg didirikannya berada di area yg peruntukannya bagi hunian. Padahal, lanjut Tri, di kawasan yg sama ada banyak berdiri kafe dan tempat-tempat usaha kuliner dari pengusaha skala besar.

Kafe dan tempat-tempat kuliner tersebut, kata Tri, bahkan dengan bebasnya memasang pelang berukuran besar bertuliskan nama usahanya.

“Pas kita mau berusaha, perizinannya enggak dapat. Dari (Dinas) Pariwisata bilang ‘kamu izinnya perumahan’,” ujar Tri.