Arsitek RI Dan Luar Negeri Antusias Ikuti Wisata Arsitektur Banyuwangi

Posted on

Banyuwangi juga mewajibkan bangunan baru berskala besar buat memasukkan unsur budaya lokal dalam arsitekturnya, seperti hotel hingga gedung perkantoran.

”Ini upaya menitipkan kebudayaan kita agar lestari. Maka di Banyuwangi kami mampu melihat hotel berbintang memasukkan batik bermotif Gajah Oling dalam arsitekturnya, dan sebagainya,” papar Anas.

Baca juga: Tahun 2019, Banyuwangi Bakal Selenggarakan 99 Festival

Sementara itu, Chief Editor Archinesia Imelda Akmal menyampaikan tur arsitektur ini dikerjakan sebagai ajang saling mencari inspirasi. Banyuwangi dinilai layak dikunjungi karena perkembangan yg pesat dalam dua tahun terakhir diiringi dengan keterlibatan arsitek.

“Biasanya kalian tur ke negara lain, namun di awal tahun ini secara khusus kita ajak ke Banyuwangi, dan banyak yg berminat ikut. Mereka tertarik karena banyak arsitek nasional yg terlibat di sini,” kata Imelda.

Diakui Imelda, selama ini jarang sekali arsitek dilibatkan dalam pembangunan daerah. Selain juga, dari faktor arsitek sendiri yg kerap enggan berurusan dengan urusan birokrasi.

“Tapi kita melihat di sini berbeda, justru mampu menjembatani persoalan tersebut. Banyuwangi mampu mewujudkan bangunan sesuai desain yg diinginkan arsitek. Tak heran, banyak arsitek yg terlibat pembangunan di sini jadi happy. Padahal, arsitek yg terlibat di Banyuwangi masuk jajaran Top 10 di Indonesia,” katanya.

Salah sesuatu peserta tur dari Kuala Lumpur, Malaysia Mustofa Kamal mengaku kagum dengan berbagai desain arsitektur yg ditemui Banyuwangi.

“Sangat unik. Memiliki banyak karakteristik tradisional namun tetap modern,” kata Mustofa Kamal.

Sumber:

https://travel.kompas.com/read/2019/02/11/113017827/arsitek-ri-dan-luar-negeri-antusias-ikuti-wisata-arsitektur-banyuwangi