4 Poin Penjelasan Polisi Soal Penjarahan Dan Pencurian Senjata Dan Uang Di Mobil Brimob

Posted on

JAKARTA, Polisi menangkap empat orang yg terlibat dalam perusakan, pencurian, dan penjarahan senjata dan uang operasional dalam mobil Brimob di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat pada kerusuhan 22 Mei 2019.

Akibatnya, para tersangka dikenai Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Berikut empat fakta terkait perusakan dan penjarahan di dalam mobil Brimob:

1. Tersangka yaitu kelompok kriminal yg sengaja melakukan kerusuhan

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan keempat tersangka merupakan Supriyatna Jaelani, Wawan Adi Irawan, Diki Fajar Prasetiyo, dan Dimas Afie Sadewo ditangkap pada 11 Juni 2019.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Hengki menyampaikan mereka yaitu kelompok kriminal yg sengaja tiba buat membuat rusuh. Mereka bukan termasuk dalam massa yg melakukan unjuk rasa.

Baca juga: Polisi Cari Senjata Laras Licin yg Dicuri dari Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei

“Sebagaimana kalian ketahui di wilayah-wilayah yang lain juga terjadi penjarahan terhadap masyarakat, ini lebih berani karena mereka melakukannya kepada Brimob yg sedang bertugas,” kata Hengky di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (14/6/2019).

2. Penjarahan senjata dan uang operasional Brimob