Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

Tiga Situasi Yang Menggambarkan “Kalapnya” Kuasa Hukum Novanto…

/
/
/
29 Views

JAKARTA,  — Berbagai reaksi yg ditunjukan pengacara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, Fredrich Yunadi, setelah kliennya kembali ditetapkan sebagai tersangka perkara korupsi KTP elektronik mengundang banyak kritik.

Di mata Generasi Muda Partai Golkar, sikap dan pernyataan Fredrich Yunadi kepada publik menggambarkan tiga situasi.

“Pertama, bahwa dia mewakili sikap SN (Setya Novanto) yg memang mulai habis-habisan menentang dan melakukan perlawanan terhadap KPK,” kata Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dalam informasi tertulis yg diterima , Jakarta, Senin (13/11/2017).

Selaku ketua lembaga tinggi negara dan pimpinan partai politik, kata Ahmad, sikap Novanto yg tak mau tiba memenuhi panggilan KPK merefleksikan seakan-akan rasa tak hormat pada proses hukum di Indonesia.

(Baca: Fahri Hamzah Sebut Penetapan Tersangka Novanto Sandiwara KPK)

Bahkan, sikap kontradiktif itu dinilai mencerminkan keangkuhan Novanto yg tampaknya ingin mengatur institusi penegak hukum yang lain buat bersama berhadapan dengan KPK.

Hal ini merujuk kepada reaksi Fredrich melaporkan beberapa pimpinan dan beberapa penyidik KPK ke Bareskrim Polri, Jumat (10/11/2017), tak berselang lama setelah Novanto ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua, sikap dan pernyataan Fredrich diyakini Ahmad didasari powerful-nya kemampuan Novanto memberikan keterangan dan meyakinkan bahwa posisinya masih sangat kuat, termasuk adanya dukungan dari penguasa.

“Atau memang mampu jadi dia benar-benar mendapatkan perintah segera dari oknum pro-Setya Novanto yg ketika ini berada di lingkaran kekuasaan atau Istana,” kata Ahmad.

Adapun gambaran ketiga dari sikap dan pernyataan reaktif Fredrich dianggap sebagai dagelan.

Sebab, ucap Ahmad, apa yg disampaikan kepada publik membolak-balikkan logika dan mengajarkan rakyat ke arah kesesatan berpikir dalam memahami hukum.

Atas gambaran situasi itu, kata Ahmad, KPK tak boleh lagi kalah cepat, kalah cerdik, dan kalah ngotot serta harus tegas buat langsung melakukan penahanan terhadap Novanto.

TV Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka perkara korupsi e-KTP oleh KPK
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/11/13/12564631/tiga-situasi-yang-menggambarkan-kalapnya-kuasa-hukum-novanto

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text