Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

Mangkir Berkali-kali, Novanto Dinilai Takut Hadapi KPK

/
/
/
27 Views

JAKARTA,  — Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Lucius Karus, menilai, ketidakhadiran Setya Novanto dua kali dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi bukan semata-mata lantaran Novanto terhalang tanggung jawab tugasnya sebagai Ketua DPR.

Menurut Lucius, ketidakhadiran hingga dua kali telah membentuk pola tertentu.

Jika pola itu dihubungkan dengan alasan-alasan yg disampaikan pengacaranya, Frederich Yunadi, kelihatan bahwa pola yg sedang dibangun Novanto adalah bagaimana dia mampu menghindar dari pemeriksaan KPK.

“Dengan kata lain, pola yg sedang dibangun adalah pola atas dasar ketakutan Novanto terhadap KPK,” kata Lucius kepada , Senin (13/11/2017).

(Baca: Formappi: Izin Presiden Bagian dari Strategi Bela Novanto)

“Jadi, aku kira pembelaan dengan semua jenis cara dari kubu Novanto semakin kelihatan sebagai ekspresi ketakutan ketimbang upaya membangun argumentasi hukum yg logis dan rasional,” ujarnya.

Lucius menambahkan, ketakutan tersebut tampak sebegitu dahsyat ada pada Novanto sehingga dia tunduk saja pada alasan-alasan yg disodorkan pengacaranya bagi mencegahnya hadir di KPK.

“Tentu saja publik mengetahui ketakutan luar biasa seseorang, apalagi pejabat justru muncul lantaran tidak ingin kesalahannya terbongkar atau terbukti,” ucap Lucius.

Di ranah hukum, sambung Lucius, kesalahan atau kejahatan yg terbongkar mampu berimplikasi pada hukuman penjara.

Hukuman penjara sekaligus berarti hilangnya kursi kekuasaan dan mimpi-mimpi berkuasa.

Mangkir Tiga Kali

Sebelumnya, Novanto tak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK, Senin.

Novanto kembali beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo buat mampu memeriksa dirinya.

(Baca juga: Aksi di KPK, Generasi Muda Golkar Minta Novanto Segera Ditangkap)

Alasan ini disampaikan Novanto dalam surat yg dikirimkan ke KPK. Surat itu bertanda kop Dewan Perwakilan Rakyat dan ditandatangani Ketua DPR.

“Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Novanto sebagai saksi buat tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

“Alasan yg digunakan adalah terkait izin Presiden,” ujar Febri.

Dalam surat tersebut, lanjut Febri, juga dijelaskan mengenai hak imunitas Dewan Perwakilan Rakyat versi Novanto.

Novanto mulai diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus e-KTP buat tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Pemanggilan Novanto sebagai saksi buat Anang yaitu kali ketiga. Pemanggilan pertama pernah dikerjakan KPK pada 30 Oktober 2017.

Namun, pada ketika itu Novanto tak bisa hadir karena sedang melakukan kegiatan kunjungan ke konstituennya di daerah pemilihan pada masa reses DPR.

Karena tak hadir, KPK kembali memanggil Novanto pada 6 November 2017. Pemanggilannya juga sebagai saksi buat Anang.

Namun, bukan Novanto yg muncul, melainkan surat dari Dewan Perwakilan Rakyat yg tiba ke KPK. Dewan Perwakilan Rakyat mengirimkan surat kepada KPK yg menyatakan bahwa pemanggilan Novanto perlu izin dari Presiden.

Dengan demikian, bagi kali ketiga pula Novanto tak memenuhi panggilan KPK dengan tak hadir hari ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });
TV Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan status tersangka Novanto tidak mulai berpengaruh terhadap Pilkada serentak 2018.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/11/13/12490591/mangkir-berkali-kali-novanto-dinilai-takut-hadapi-kpk

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text