Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

Formappi: Izin Presiden Bagian Dari Strategi Bela Novanto

/
/
/
31 Views

JAKARTA, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto lagi-lagi mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) bagi perkara dugaan tindak pidana korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Pengacara Novanto merupakan Fredrich Yunadi ngotot, pemanggilan terhadap kliennya itu harus atas seizin Presiden RI.

Menurut peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, tak jadi soal apabila Frederich dalam konteks profesinya mengajukan dalil-dalil demi membela kliennya.

Namun sesungguhnya, alasan-alasan hukum yg diajukan Frederich telah dengan terang-benderang bisa dipahami bahkan oleh orang-orang yg tak milik latar belakang pendidikan hukum sekalipun.

“Pengacara nampaknya cuma menciptakan kerumitan saja, dan itu mungkin bagian dari strategi mereka dalam membela Novanto,” kata Lucius kepada , Senin (13/11/2017).

(Baca: Aksi di KPK, Generasi Muda Golkar Minta Novanto Segera Ditangkap)

Akan tapi lanjut Lucius, yg perlu disadari dalam perkara ini bukan cuma soal tafsiran hukum semata.

Lebih dari itu, pengacara harusnya sadar, Novanto yg sedang ia bela mati-matian yaitu seorang pejabat publik.

Sebagai seorang pejabat publik, Novanto terikat harus mempertanggungjawabkan tindakan dan keputusannya kepada publik.

Apalagi, jabatan yg diemban Novanto berhubungan segera dengan rakyat.

“Karena itu, tidak utama buat publik menilai argumentasi pengacara. Apalagi meyakini tafsiran pengacara Novanto sebagai satu yg dianggap benar,” kata Lucius.

“Penting juga buat pengacara Novanto bagi menyadari bahwa tuntutan-tuntutan yg muncul dari publik yaitu bagian dari hak rakyat buat menuntut pertanggungjawaban wakil rakyat atas keputusan dan tindakan mereka,” ucap Lucius.

 

Mangkir Tiga Kali

Sebelumnya, Novanto tak menghadiri panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin.

(Baca juga : Tak Penuhi Panggilan KPK, Novanto Kembali Beralasan Izin Presiden_

 

Novanto kembali beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo buat bisa memeriksa dirinya.

Alasan ini disampaikan Novanto dalam surat yg dikirimkan ke KPK. Surat itu bertanda kop Dewan Perwakilan Rakyat dan ditandatangani Ketua DPR.

“Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi buat tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

“Alasan yg digunakan adalah terkait izin Presiden,” ujar Febri.

Dalam surat tersebut, lanjut Febri, juga dijelaskan mengenai hak imunitas Dewan Perwakilan Rakyat versi Novanto.

Novanto mulai diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus e-KTP buat tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Pemanggilan Novanto sebagai saksi bagi Anang yaitu kali ketiga. Pemanggilan pertama pernah dikerjakan KPK pada 30 Oktober 2017.

Namun, pada ketika itu Novanto tak bisa hadir karena sedang melakukan kegiatan kunjungan ke konstituennya di daerah pemilihan pada masa reses DPR.

Karena tak hadir, KPK kembali memanggil Novanto pada 6 November 2017. Pemanggilannya juga sebagai saksi buat Anang.

Namun, bukan Novanto yg muncul, melainkan surat dari Dewan Perwakilan Rakyat yg tiba ke KPK.

DPR mengirimkan surat kepada KPK yg menyatakan bahwa pemanggilan Novanto perlu izin dari Presiden.

Dengan demikian, bagi kali ketiga pula Novanto tak memenuhi panggilan KPK dengan tak hadir hari ini.

TV Setya Novanto selalu melakukan perlawanan hukum terhadap penetapannya sebagai tersangka kembali dalam perkara korupsi e-KTP.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/11/13/12361751/formappi-izin-presiden-bagian-dari-strategi-bela-novanto

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text