“Gunungan” Dan “Bale Kambang” Diboyong Ke Belgia

28 views

Jakarta (ANTARA News) - Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia "LALU, KINI (Budaya Bendawi/Material Culture)" diboyong ke Brussels dan Antwerp, Belgia oleh Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Pameran ini adalah partisipasi Galeri Nasional Indonesia dalam Europalia Arts Festival Indonesia 2017, festival seni budaya beberapa tahunan terbesar dan bergengsi di Eropa yg diselenggarakan di dua kota di Belgia dan sekitarnya sejak 1969. 
Tahun ini Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara tamu (Guest Country) pertama dari Asia Tenggara juga yg keempat dari Asia setelah sebelumnya China, Jepang, dan India. 
Dalam pagelaran yg mulai berlangsung selama tiga bulan sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018 tersebut, Indonesia menampilkan teater, tari, musik, sastra literasi, film, seni rupa, dan gastronomi. 
Untuk pameran di Belgia kali ini, Galeri Nasional Indonesia mengusung karya beberapa perupa tanah air, Faisal Habibi (Bandung) dan Eko Prawoto (Yogyakarta).
Para kurator pameran ini, Asikin Hasan dan Rizki A. Zaelani, dalam siaran pers mengungkapkan karya Faisal dan Eko tak cuma merepresentasikan pengetahuan seni rupa kontemporer yg semakin berkembang di Indonesia, tetapi juga pemahaman dan penggunaan material industri yg makin meluas dari waktu ke waktu. 
Karya Faisal Habibi dari Bandung yg bertajuk "Gunungan" mulai dipamerkan pada 17 September 2017-21 Januari 2018 di Festival Centre Gedung Dynasty, Brussels. 
Faisal menampilkan pola-pola geometris, berwarna-warni, dan menjulang. Sekilas mendekati bentuk logo pada Europalia 2017 yg kurang lebih menggambarkan atau menyimbolkan gugusan gunung-gemunung, pulau-pulau dan spiritualitas. 
Karya ini memakai material sehari-hari merupakan kayu, besi, akrilik, dan yang lain sebagainya.  Material industri yg umum kami kenali pada karya-karya bebas Faisal Habibi ini yaitu gambaran perkembangan cepat budaya material dalam kehidupan dunia modern.
Sedangkan karya Eko Prawoto (Yogyakarta) berjudul "Bale Kambang" dipamerkan selama 28 Oktober 2017 – 21 Januari 2018 di Bonapartedok dan Museum aan de Stroom (MAS), Antwerp. Profesinya sebagai arsitek dan perupa menjadikan Eko banyak mengembangkan karya-karya dengan material bambu.  
Bale Kambang adalah karya di ruang terbuka, semacam tempat peristirahatan dalam tradisi kerajaan di masa lalu. Bambu adalah material alam yg khususnya dipakai oleh masyarakat di Asia bagi pelbagai keperluan hidup, akan dari peralatan dapur, rumah dan kesenian. 
Saat ini saat perhatian akan terpusat pada lingkungan dan keberlangsungan bumi yg lebih baik, bambu akan dipikirkan kembali sebagai material alternatif di dunia modern. Dalam pameran ini, Eko mengembangkan karya interaktif, di mana masyarakat Eropa yg jauh dari material bambu bisa merasakan dan melihat dari dekat, serta bermain dengan material bambu yg ramah lingkungan.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/658079/gunungan-dan-bale-kambang-diboyong-ke-belgia

Tags: #Travel

Leave a reply "“Gunungan” Dan “Bale Kambang” Diboyong Ke Belgia"

Author: 
author