Modus Penipuan “Wedding Organizer” Di Depok Mirip First Travel

31 views

title

DEPOK, - Polresta Depok mengungkapkan adanya masalah dugaan penipuan yg dikerjakan sebuah wedding organizer (WO) atau pihak yg menolong calon pengantin bikin rencana serta mengawasi pelaksanaan acara pernikahan. Dalam perkara itu, WO bernama Khalisa menawarkan penyelenggaraan pesta pernikahan yg murah kepada para konsumen.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis menjelaskan, WO itu sebenarnya menanggung kerugian ketika memberikan harga murah ke konsumennya. Kerugian inilah yg kemudian dihalangi oleh dana dari konsumen baru.

"Pembayaran dari konsumen yg sesuatu digunakan bagi menambal kekurangan penyelenggaran sebelumnya. Jadi ada yg telah pernah dijalanin. Skemanya gali lubang tutup lubang," kata Putu di Mapolresta Depok, Senin (18/9/2017).

Baca juga: Calon Pengantin Sadar Ditipu WO Dua Hari Jelang Pernikahan

Putu menyatakan, modus yg digunakan dalam masalah penipuan WO di Depok itu sangat mirip dengan perkara penipuan calon jemaah umrah yg dikerjakan biro perjalanan First Travel.

Lihat juga: Polisi Sita Berbagai Barang dari Gudang Sewaan First Travel

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-210346665559669319-411'); });

"Korban ditawari paket harga murah dengan fasilitas banyak, termasuk bulan madu. Dari promo murah tersebut tersangka memperoleh dua pelanggan. Tapi oleh tersangka uangnya dibawa lari dan bukan digunakan bagi semestinya," ujar Putu.

WO Khalisha dimiliki Galih Darma Dewangga. Galih diciduk anggota Satreskrim Polresta Depok di rumahnya pada Sabtu lalu. Ada 10 calon pengantin yg telah ditipu Galih.

Polisi masih mengembangkan masalah tersebut buat menyidiki kemungkinan adanya pihak yang lain yg terlibat.

Saat ditemui di Mapolresta Depok, Galih berdalih sudah melakukan kesalahan analisa atas usaha yg dilakukannya. Menurut Galih, usaha WO yg dijalaninya telah berjalan sejak tahun 2014.

"Biar pelanggan tertarik, didiskon sekian puluh persen. Kemudian mereka bayar. Dua puluh lima persennya aku pakai bagi nutupin acara klien yg mau berjalan," ujar Galih.

Galih kini mendekam di sel tahanan Polresta Depok. Ia terancam dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP bagi masalah penipuan dan penggelapan dengan hukuman penjara lima tahun.

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/09/18/17104131/modus-penipuan-wedding-organizer-di-depok-mirip-first-travel

title

Tags: #Nasional

Leave a reply "Modus Penipuan “Wedding Organizer” Di Depok Mirip First Travel"

Author: 
    author