Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

img

Cerita Sekuriti BPK Saat Dua Auditor Ditangkap KPK

/
/
/
7 Views

title

JAKARTA,  – Sekuriti yg bekerja di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Gin Gin Gunawan dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/9/2017). Gin bersaksi bagi terdakwa Inspektur Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Sugito.

Selain itu, bagi terdakwa lainnya, yakni Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kemendes, Jarot Budi Prabowo.

Dalam persidangan, Gin menceritakan pengalamannya ketika menjadi saksi mata penangkapan beberapa auditor BPK, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Awalnya ada tamu dari dari Kemendes yg disampaikan resepsionis bagi betemu dengan Pak Ali Sadli. Kemudian aku konfirmasi ke Pak Ali dan dia mengizinkan tamu bagi naik ke lantai atas atau ke ruangan Beliau,” ujar Gin kepada jaksa KPK.

(Baca: Auditor BPK Beda Keterangan soal Karaoke dan Oleh-oleh dari Kemendes)

Menurut Gin, tamu yg dimaksud adalah Jarot Budi Prabowo dari Kemendes. Gin melihat Jarot membawa sebuah tas hitam.

Setelah itu, dua ketika kemudian Jarot keluar dari ruangan Ali dan turun ke lantai bawah.

Namun, tiba-tiba Jarot naik lagi ke lantai atas menuju ruangan Ali. Saat itu, Jarot telah didampingi oleh banyak orang, yg mengenakan kartu identitas berlogo KPK.

“Mereka segera menerobos, petugas KPK enggak permisi lagi. Saya juga kaget ada apa ramai-ramai. Saya segera berkoordinasi dengan  yg di bawah, ini ada apa?” Kata Gin.

(Baca: KPK Sita 4 Mobil dan Uang Rp 1,65 Miliar pada Kasus Pencucian Uang Dua Auditor BPK)

Menurut Gin, keramaian sempat membuat situasi menjadi gaduh. Para petugas KPK ingin masuk ke ruangan Ali Sadli.

Selain ke ruang kerja Ali Sadli, para petugas KPK juga masuk ke ruang kerja Rochmadi Saptogiri.

“Saya tak tahu apa yg mereka lakukan, karena aku di luar setelah mereka masuk. Saya cuma menanyakan mereka dari mana saja,” kata Gin.

Di ruang Ali Sadli, KPK menemukan uang Rp 40 juta yg diduga yaitu bagian dari total commitment fee Rp 240 juta bagi suap buat pejabat BPK.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Uang Rp 40 juta ini yaitu pemberian tahap kedua saat tahap pertama Rp 200 juta diduga sudah diserahkan pada awal Mei 2017.

TV Menteri Desa Copot Sugito dari Posisi Irjen

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/09/14/15445501/cerita-sekuriti-bpk-saat-dua-auditor-ditangkap-kpk

title

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text