Vlog: Canggihnya Kecerdasan Buatan Mendeteksi Mobil Hingga Senjata

25 views

category

SHANGHAI, -Perusahaan yang berasal China Huawei selalu mengembangkan teknologi cloud berbasis artificial intelligent ( AI). Dalam perhelatan Huawei Connect 2017 di Shanghai, China, yg dilaksanakan 4 - 7 September 2017 lalu, Huawei pun memperlihatkan dua teknologi itu.

Beberapa di antaranya adalah platform kamera pendeteksi objek. Mulai dari orang, atribut pada orang, benda, pelat nomor mobil hingga senjata berbahaya. Meskipun bukanlah terbilang baru, namun Huawei mengklaim sudah membawa teknologi ini ke tahap yg lebih tinggi.

Sebab, platform ini disebut-sebut cocok diaplikasikan buat kemaslahatan orang banyak, yakni melalui sistem public safety, sebagai bagian dari smart city. Simak selengkapnya di tautan video YouTube berikut ini.

yg mendapatkan kesempatan dari Huawei bagi melihat megahnya Huawei Connect, dan merangkum empat platform itu.

1. Long Distance Face Recognition

Secara sederhana, platform ini adalah kamera pengenal wajah. Namun, lebih kompleks dari itu, kamera berbentuk CCTV ini bisa mendeteksi semua atribut pada objek orang yg ditangkapnya.

Kamera dapat mengenali 35 atribut objek orang yg ditangkap secara real time. Mulai dari nama, alamat, dan nomor induk kependudukan (identitas), gender, gaya rambut, gaya berpakaian, apakah orang itu membawa barang atau tidak, hingga soal macam sepatu apa yg dikenakan.

Khusus bagi pengenalan identitas, tentunya orang itu mesti terdaftar terlebih dulu ke dalam database agar kamera dapat mengidentifikasinya.

2. Dangerous Object Identification

Teknologi ini sangat cocok digunakan kepolisian atau perusahaan yg ingin membersihkan area dari barang-barang berbahaya. Jika Long Distance Face Recognition cuma mendeteksi atribut pada orang, Dangerous Object Identification ini bisa mendeteksi barang-barang berbahaya, semisal senjata api atau senjata tajam.

Kamera mengidentifikasi sebuah benda berbahaya atau tak berdasarkan bentuknya. Jika kamera mengidentifikasi bentuk senjata, maka sistem mulai memberikan peringatan secara real time.

Dalam layar pemantau (command system), objek tak berbahaya mulai ditandai dengan kotak bergaris biru. Sementara objek berbahaya mulai ditandai dengan kotak bergaris merah. Sayangnya, Long Distance Face Recognition dan Dangerous Object Identification ini masih dalam tahap penyempurnaan. Oleh sebab itu, Huawei belum memasarkannya.

3. Crowd Density Analysis

Secara sederhana, platform ini mendeteksi serta mengidentifikasi kerumunan orang di suatu tempat. Kamera berspesifikasi tinggi bisa menganalisis tempat mana yg dikerumuni banyak orang dan tempat mana yg tidak.

Dalam monitor pemantau, area yg dikerumuni banyak orang mulai membentuk garis kuning. Nah, seandainya kerumunan itu berada dalam waktu yg lama, maka mulai ada garis biru menempel di garis kuning tersebut.

Crowd Density Analysis diketahui telah dipakai oleh pemerintah Kota Shanghai sejak 2015 dan diaplikasikan di Bund, salah sesuatu landmark Kota Shanghai yg berada di tepi Sungai Huangpu. Teknologi ini juga bisa mendeteksi kendaraan yg melawan arah. Sistem alarm mulai berbunyi saat mendeteksi peristiwa itu.

4. Vehicle Recognition

Platform ini khusus digunakan bagi mendeteksi nomor pelat mobil. Kamera pemantau terlebih dahulu harus dipasang di semua penjuru kota.

Jika command system mendapatkan permintaan bagi mencari pelat nomor mobil tertentu, operator tinggal memasukan pelat nomor itu ke dalam sistem dan membiarkan sistem mencarinya melalui kamera pemantau di penjuru kota.

Platform ini juga telah dipasarkan ke dua kota di China.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/09/11/19160037/vlog--canggihnya-kecerdasan-buatan-mendeteksi-mobil-hingga-senjata

title

Tags: #Finance Detik

Leave a reply "Vlog: Canggihnya Kecerdasan Buatan Mendeteksi Mobil Hingga Senjata"

Author: 
    author