Oh Snap!

Please turnoff your ad blocking mode for viewing your site content

Finance Highlights

Informasi Nasional Akurat Terpercaya

img

Enam Kesalahan Tipikal Pengendara Mobil Matik

/
/
/
6 Views

category

Jakarta, Otomotif – Selain manual, mobil bertansmisi matik telah jadi pilihan penting masyarakat perkotaan, dengan keadaan jalan yg seringkali macet atau tersendat. Namun, perlu diperhatikan keduanya memiliki karakter yg berbeda. 

Kali ini, fokusnya membahas soal mobil matik, di mana berikut ini adalah kesalahan yg kerap dikerjakan para pengendara mobil dengan transmisi otomatis. Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) dua kesalahan tersebut, milik efek yg negatif untuk mobil atau keselamatan berkendara.

Kesalahan yang pertama kata Anjar, posisi transmisi tetap di “D” ketika menunggu lampu merah. Khawatirnya, saat pengemudi lelah, injakan rem berkurang, mobil mampu berjalan tanpa diinginkan. “Berpotensi menabrak mobil di depannya,” ujar Anjar kepada Otomotif, Senin (11/9/2017).

Kedua, memakai beberapa kaki yg ditempatkan pada pedal rem dan gas. “Ini berbahaya, karena kontrol kendaraan menjadi sulit, dan membuat kanvas rem cepat habis. Jadi harus membiasakan memakai sesuatu kaki,”ucap Anjar.

Baca juga : Kenali Gejala Transmisi Mobil Matik Mulai Bermasalah

Ketiga, saat berkendara di keadaan jalan downhill, posisi transmisi terus di D atau terus di L. Rekomendasinya, biasakan mengombinasi antara posisi transmisi D dan L. Kalau terus pakai L, kopling transmisi jadi panas. Sementara seandainya terus D, khususnya diturunan yg curam, mulai mengurangi adanya engine break, sehingga mobil lebih meluncur cepat dan pengereman cuma mengandalkan rem saja.

Keempat, kurang memperhatikan posisi persneling ketika parkir atau keluar parkir, dan menekan gas secara agesif. “Mereka pikir mobil maju, padahal posisi gigi mundur, karena agresif injek gasnya, mobil jadi meluncur tidak terkendali,” kata Anjar.

Kelima, di ketika menderek mobil matik, ban roda penggerak tak diangkat atau digantung. Anjar menyebut, keadaan tersebut mampu membuat komponen dalam transmisi rusak, karena dipaksa jalan tanpa ada lubrikasi (mesin mati, pompa oli mati, sehingga oli tak tersirkulasi).

Keenam, tak mengganti oli transmisi sesuai jadwal. “Bisa terjadi keausan, karena fungsi lubrikasi di dalam transmisi tak optimal. Sehingga mampu mengakibatkan kerusakan yg fatal pada komponen transmisi,” ucap Anjar.


Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2017/09/12/084200715/enam-kesalahan-tipikal-pengendara-mobil-matik

title

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

It is main inner container footer text